Penetapan Kadar Sari Simplisia Larut Air
Kadar sari larut air
Penetapan kadar sari larut air pada simplisia
digunakan untuk mengetahui jumlah bahan-bahan yang dapat disari oleh pelarut
air. Buah Tin merupakan salah satu tanaman yang banyak manfaat dalam
pengobatan. Bahan baku buah Tin (Ficus carica L.) perlu dilakukan standardisasi
sebagai salah satu tahapan dalam pengembangan obat di Indonesia. Standardisasi
simplisia buah Tin (Ficus carica L.) dilakukan uji kadar sari larut air untuk
mengetahui jumlah senyawa dalam simplisia yang dapat tertarik oleh pelarut.
Tahapan penerapan kadar larut air simplisia
1. 1. Sebanyak
5 g serbuk simplisia dimaserasi selama 24 jam dengan 100 ml air-kloroform di
dalam labu Erlenmeyer bersumbat.
2. 2. Dikocok
berkali-kali selama 6 jam pertama dan dibiarkan selama 18 jam berikutnya. Setelah
24 jam disaring menggunakan kertas saring ekstraknya.
3. 3. Kemudian
diambil 20 ml dari hasil maserasi, difiltrat dan disaring, kemudian diuapkan
hingga kering menjadi kerak didalam cawan.
4. 4. Sebelum
menggunakan cawan untuk penguapan filtrate. Cawan diovenkan terlebih dahulu
selama 20 menit pada suhu 150 derajat celcius
5. 5. Kemudian cawan ditimbang dan dicatat hasil penimbangan bobot konstan. Lalu kadar sarinya dihitung dalam persen terhadap bahan yang telah dikeringkan.
Kadar sari larut air
adalah sari simplisia yang tersisa setelah proses penguapan dalam oven. Kadar
sari larut air menunjukan adanya senyawa yang bersifat polar, karena selama
proses maserasi, air yang bersifat polar dapat menarik senyawa polar dalam
simplisia.
Berikut video penjelasan saya pada menit 0:00-2:12
.png)
Bagaimana perbandingan hasil penetapan kadar sari larut air simplisia menggunakan metode ekstraksi konvensional dengan teknologi ekstraksi modern seperti ultrasonikasi atau microwave?
BalasHapusJadi metode konvensional yang dilakukan ada video yang saya jelaskan adalah maserasi. Maserasi ini melakukan rendeman pada simplisia selama beberapa jam dengan pelarut organik. Namun, ada kekurangannya yaitu terdapat residu pada akhir penyaringan sehingga persentasi sari larut nya tidak konsisten.Jika menggunakan alat modern seperti ultrasonik maka sebenarnya hasil yang didapatkan lebih efektif, karena bisa mencapai persentasi yang lebih besar dari massa yang sama dengan yang dilajukan pada maserasi. Sehingga bisa lebih tau seberapa besar sari larut air yang didapatkan.
HapusBagaimana hasil penetapan kadar sari larut air pada simplisia dapat digunakan dalam pengolahan obat modern?
BalasHapusHasil kadar sari larut air didapatkan untuk mengetahui senyawa-senyawa dalam simplisia yang dapat ditarik oleh air. Sehingga jika digunakan dalam obat setelah mengetahui kandungannya, bisa menjadi lebih efektif karena tahu mana kandungan yang dapat larut dalam pelarut air.
Hapusbagaimana cara mengatasi apabila terdapat tantangan ( kesulitan ) yang dihadapi dalam penetapan kadar sari larut air simplisia dalam standarisasi obat di Indonesia ?
BalasHapusMenurut saya tantangan untuk penetapan kadar sari larut air jika menggunakan metode konvensional maka harus dilakukan berulang kali dengan takaran yang sangat pas agar tidak terjadi perbedaan presentasenya. Menggunakan instrumen modern untuk kadar sari larut air dalam standarisasi obat di indonesia lebih baiknya lagi.
BalasHapus